Ekotoksikologi ( kuliah 14 sept 2011 ) Wahyu Wijayanto

Polutan dilingkungan perairan 

Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang sangat beranekaragam. Sifat mudah rusaknya ekosistem perairan tergantung pada :

1. Sifat fisik dan kimiawi perairan.

2. Konsentrasi dan jumlah polutan yang masuk kedalam ekosistem perairan.

3. Lamanya polutan didalam ekosistem dan jenis polutan.

4. Runoff dan fiusing akibat adanya pasang surut.

5. Lokasi ekosistem.

6. Kadang-kadang sulit untuk dimengerti.

Limbah pemukiman

– Berbagai limbah organik dan anorganik, dari komersial dan domestik.

Limbah Industri

– Limbah organik dan anorganik, logam, pestisida

Limbah nuklir

–  Radionuklida

Runoff

– Pestisida, leaching pupuk

Dari udara

– Presipitasi, penggunaan biosida,penyemprotan,debu

Pembuangan ke laut

– Radiochemical, B3 ( Bahan Beracun dan Berbahaya )

Bahan pencemar organik terdiri dari :

Organik compound

Chemical having to do with compound, containing carbon

Bahan organik didalam perairan bersifat :

1. Sukar/ tidak dapat diuraikan secara alami.

ex : Lignin, chlorinated hydrocarbon etc.

2. Mudah/dapat diuraikan secara alami.

Ex : Carbohydrate

 

Tipe pengurai bahan organik.

1. Oleh kondisi alami

sering disebut “aging” ( peluruhan )

Fotodegradasi,hidrolisis

 

2. Oleh biota

sering disebut biodegradasi

– kondisi aerob maupun anaerob.

 

B3 ( bahan beracun dan berbahaya )

suatu zat dapat dinyatakan sebagai bahan beracun dan berbahaya, apalagi memiliki sifat :

1. Mudah meledak.

2. mudah terbakar.

3. korosif.

4. Reaktif.

5. Beracun.

6. Menyebabkan infeksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s